Fakultas Farmasi Unpad Gelar Workshop Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan workshop “Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Publikasi Fakultas Farmasi 2022” yang diselenggarakan secara hybrid dari Gedung Auditorium Fakultas Farmasi Unpad, Kamis (3/11/2022) dan Jumat (4/11/2022).

Workshop tersebut digelar sebagai bagian dari program kolaborasi untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi internasional di lingkungan Fakultas Farmasi Unpad. Dengan adanya workshop ini, diharapkan kapasitas peneliti dalam hal penelitian, publikasi, dan kolaborasi dapat meningkat.

Materi workshop meliputi sosialisasi program kolaborasi, etik dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta teknik penulisan artikel ilmiah di jurnal ilmiah internasional bereputasi.

Kegiatan ini dihadiri 150 peserta di lingkungan Fakultas Farmasi Unpad, meliputi dosen dan mahasiswa Pascasarjana. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Ajeng Diantini, MS., Apt.

Dalam sambutannya, Prof Ajeng menyampaikan pentingnya kemampuan peneliti dalam melakukan penelitian dan publikasi ilmiah dalam menjawab tantangan global. Hal tersebut juga perlu ditopang dengan kolaborasi yang baik antar peneliti.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset Fakultas Farmasi Unpad Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak penelitan dan publikasi terhadap matriks peringkat universitas yang ada, tetapi juga memberi dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan Program Magister dan Doktor, serta juga memberikan pengaruh luas pada kepada masyarakat,” kata Prof. Aliya dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad.

Kegitan workshop diisi oleh narasumber di lingkungan Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran Unpad yang memiliki kapasitas dalam penelitian dan publikasi.

“Melalui kegiatan ini, kami mencoba mendorong kolaborasi antar peneliti, baik dosen maupun mahasiswa Pascasarjana untuk bersama-sama menjawab tantangan lokal dan global di bidang kefarmasian,” ujar Manajer Riset, Inovasi, dan Kemitraan sekaligus koordinator kegiatan Ivan S. Pradipta, PhD. (rilis)*

LPPM UNJ Selenggarakan Workshop Kemitraan Industri dalam Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Humas UNJ, Jakarta-dalam mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (LPPM UNJ) mengadakan Workshop kemitraan industri melalui produk riset inovasi UNJ.

Workshop yang diadakan pada Senin 7 November 2022, diadakan secara luring di Gedung M.Syafei lantai 8, UNJ Kampus A. Workshop ini turut menghadirkan 3 narasumber yaitu: Aswin Tanzil selaku Direktur Utama EdConnect Solusi Integrasi, Hendrik selaku Direktur Multicom Persada Internasional dan Hary Candra selaku Direktur PesonaEdu.

Hadir dalam kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, Prof. Ucu Cahyana selaku Ketua LPPM UNJ, para wakil rektor, Ketua LP3M UNJ, para dekan dan direktur pascasarjana, serta koordinator pusat dan dosen di lingkungan UNJ.

foto bersama antara pimpinan, narasumber dan peneliti UNJ

Prof. Ucu Cahyana dalam laporannya di dua tahun terakhir kami (LPPM) memberikan skema hibah riset inovasi, tetapi pada tahun sebelumnya ialah riset inkubator bisnis. Jadi yang hadir sekarang ini merupakan peneliti UNJ yang menghasilkan produk inovasi, ungkap Prof. Ucu Cahyana.

Lanjut Prof. Ucu Cahyana menambahkan bahwa prinsip workshop ini hilirisasi produk-produk hasil penelitian dosen-dosen UNJ. Kegiatan ini juga mempunyai 3 tujuan utama: 1) Memperkecil GAP antara produk riset inovasi dan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI), dan sebagian besar narasumber yang hadir dari berbagai macam industri ada bidang pendidikan dan media digital. Tentu workshop akan diperluas lagi untuk bidang lainnya. Bukan Cuma memperkecil tapi mendekatkan antara para peneliti dan pihak industri; 2) Maping antara produk yang dihasilkan Penelitian unj dengan pihak DUDI. Sehingga sejalur antara jalur riset dan kebutuhan DUDI. Sehingga hilirisasi penelitian berjalan dengan baik; 3) Memberikan motivasi kepada peneliti sehingga tidak sebatas menjadi produk saja, tapi bagaimana menjualnya dan menarik DUDI.

“Di akhir acara mungkin akan ada diskusi khusus untuk pengembangan bisnisnya, karena LPPM hanya menghasilkan produk, tetapi bekerja sama dengan pihak DUDI merupakan ranah DUDI, termasuk pengaturan royalti dan sebagainya. Mudah-mudahan workshop ini mendapatkan respons yang baik dari para peneliti,” tutup Prof. Ucu Cahyana pada laporannya.

Senada dengan itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ mengatakan benar sekali kita masih memiliki gap, karena kita sering kali terjebak oleh keahlian yang kita miliki secara teoritis. Sementara pengembangan praktis di luar sana sangat luar biasa, untuk itu kita hadirkan para praktisi langsung untuk mendekatkan diri dan memperkecil gap agar sesuai dengan DUDI. Kita juga memotivasi untuk membuka cakrawala perkembangan di luar seperti apa, akhirnya ketemu jalurnya. Bahkan hilirisasi tidak lagi menjadi kendala, ungkap Prof. Komarudin.

foto suasana ketika workshop berlangsung

Kendala juga tidak hanya di hilirisasi, walaupun kebijakan menjadi penentu, sebagai contoh ada Universitas Teknologi Madura mengembangkan mengenai garam yang sesuai dengan standar internasional dan kesehatan yang sangat tinggi. Tetapi mereka (peneliti) kecewa karena kebijakan tetap ada impor garam.

Perjuangan kita selain menghasilkan inovasi-inovasi adalah bagaimana menggugah pemangku kebijakan untuk bisa membuat kebijakan yang ramah kepada inovasi dalam negeri, meski judul seminar ini bangga buatan Indonesia, tetapi buatannya laku dan dibeli masyarakat kita.

Tantangan kita multidimensi, tidak hanya aspek inovasi dari riset ,tetapi bagaimana dari riset memberi manfaat dan keuntungan besar bagi periset, lembaga dan bangsa. Oleh karena itu kemitraan dengan kemitraan industri sangat penting.

“terima kasih atas inisiasi dari Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis yang di bawah lingkup LPPM UNJ, ini merupakan kegiatan bagus dan semoga dapat berkelanjutan, mungkin bisa 3 bulan sekali untuk memotivasi para peneliti dalam menghasilkan dan memasarkan produknya,” tutup Prof. Komarudin dalam sambutannya.

Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Merancang Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru SILN Arab Saudi

Humas UNJ, Jakarta-Pada akhir mendampingi dan mengantar mahasiswa UNJ yang akan melaksanakan PKM di SILN Arab Saudi, yang terdiri dari Sekolah Indonesia Makkah (SIM), Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ, dan Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) tanggal 23 Oktober 2022, tim dosen yang terdiri dari Dr. Nuruddin, MA. (Korpus PKM), Aam Amaningsih, Ph.D. (Korpus PKL), Dr. RA Barnabas, M.Pd (Dosen Prodi PBA FBS), dan Sari Narulita, MA (Dosen PAI FIS) melaksanakan workshop peningkatan kompetensi guru SILN Arab Saudi dalam merancang penelitian tindakan kelas (PTK) secara hibrid.

Kegiatan workshop ini dibuka secara resmi oleh Atdikbud KBRI Riyadh Bapak Badrussholeh, Ph.D dengan peserta terdiri dari guru-guru SIR secara luring dan guru-guru SIM dan SIJ secara daring. Dalam sambutannya Atdikbud menyampaikan dua hal penting, yaitu: pertama, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terkait program PKM Internasional dari LP3M UNJ dengan mengirim enam mahasiswa sebagai peserta program ini; dua orang di SIM, satu orang di SIJ, dan tiga orang di SIR. Kedua Atdikbud mengajak kepada semua guru SILN Arab Saudi baik SIM, SIJ, dan SIR untuk meningkatkan kompetensinya dalam menulis karya ilmiah yang dilanjutkan untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

Dr. Nuruddin, MA sebagai nara sumber dalam workshop tersebut menjelaskan konsep, tujuan, karakteristik, langkah-langkah memulai, dan membuat proposal PTK. Di akhir kegiatan tim dosen memberikan cendera mata kepada Atdikbud dilanjutkan foto bersama peserta, mahasiswa peserta PKM, dan tim dosen UNJ di teras SIR.

kontributor: Nuruddin selaku korpus PKM UNJ